Jumat, 01 Juli 2011

Yogyakarta : Plengkung

Plengkung Wijilan

Menurut sejarah Kraton Yogyakarta mempunyai pintu gerbang (Plengkung) yang berjumlah lima buah pada bentengnya, yaitu:
  1. Plengkung Tarunosuro yang terletak di sebelah tumur alun-alun utara yang sekarang lebih dikenal sebagai Plengkung wijilan karena berada di daerah Wijilan.
  2. Plengkung Madyasura di sisi timur Kraton Yogyakarta. Plengkung ini ditutup pada 23 juni 1812, karena itu kemudian dikenal sebagai plengkung Buntet(tertutup). pada masa pemerintahan Sultan hamengkubuwana ke VIII plengkung tersebut dibongkar dan kemudian diganti dengan gapura gerbang biasa.
  3. Plengkung Nirbaya, letaknya disebelah selatan alun alun selatan  dan sekerang lebih dikenal sebagai Plengkung Gading. Plengkung Nirbaya merupakan ujung selatan poros utama keraton. Dari tempat ini Sultan HB I masuk ke Keraton Yogyakarta pada saat perpindahan pusat pemerintahan dari Kedhaton Ambar Ketawang. Gerbang ini secara tradisi digunakan sebagai rute keluar untuk prosesi panjang pemakaman Sultan ke Imogiri. Untuk alasan inilah tempat ini kemudian menjadi tertutup bagi Sultan yang sedang bertahta.
  4. Plengklung Jagabaya terletak disebelah barat yanglebih dikenal sebagi plengkung taman sari karena letaknya berdekatan dengan Taman Sari.
  5. Plengklung Jagasura  terletak disebelah barat alun-alun utara dan lebih banyak dikenal sebagai plengkung gerjen
 Dari kelima plengkung diatas yang masih terlihat bentuk aslinya hanya plengkung Tarunasura/wijilan dan plengkung Nirbaya/Gading
 
 Plengkung Gading

Yogyakarta : Kekhasan kota Jogja

Yogyakarta : Watu Gilang dan Watu Gatheng

WATU GILANG DAN WATU GATHENG, Di Kampung Kedhaton (Dalem) yang terletak di kawasan Kotagede tidak jauh dari Masjid agung Mataram kearah selatan dapat disaksikan watu gilang dan watu gatheng yang sekarang tersimpan dalam sebuah bangunan kecil . Watu gilang yang dipercaya sebagai tahta raja-raja mataram islam berupa papan batu berwarna hitam legam. pada sisi batu itu terdapat prasasti" atau semacam tulisan grafiti dalam berbagai bahasa. Watu gatheng berupa tiga batu bulat masif menyerupai bola yang berwarna kekuning-kuningan. menurut cerita ketiga "bola" batu itu adalah alat permainan Raden Rangga, salah seorang putra panembahan Senopati. namun , ada pendapat bahwa benda-benda itu adalah peluru meriam kuno.  Perlu diketahui bahwa pada masa pemerintahan Sultan Agung di Mataram dibuat meriam berukuran besar yang dinamai Pancawura. Meriam yang sekarang berada di halaman Pagelaran Kraton Surakarta itu pernah dicoba dibawa dalam penyerangan ke Batavia, tetapi ternayta sulit dilaksanakan karena ukurannya yang besar dan sarana prasarananya tidak memadai.

Yogyakarta : Masjid Selo

Masjid Selo merupakan masjid unik yang berada di sebelah timur kawasan Kraton Yogyakarta tepatnya di kawasan Sawojajar kelurahan Kadipaten. masjid ini sangat unik karena merupakan bangunan yang dibangun oleh Sultan HB I. Didirikan pada sekitran tahun 0789 bangunan masjid ini relatif kecil namun memiliki keunikan karena struktur bangunannya yang setipe dengan bangunan di kawasan taman sari yaitu berukuran ketebalan satu batu. Untuk sholat jamaah masjid ini bisa memuat sekitar 30-40 orang jamaah saja.

Yogyakarta : Kampung Wisata Dipowinatan


Kampung wisata Dipowinatan memang tergolong baru bagi anda sekalian namun perlu diketahui bahwa kampung wisata ini telah di proklamirkan sejak 4 November 2006 lalu. Sepintas kilas jika anda tidak memperhatikan dengan seksama kampung Dipowinatan tampak sama seperti halnya kampug yang lain yang ada diperkotaan. Namin jika anda masuk kampung Dipowinatan anggapan tersebut akan dapat anda tepis. Selain lingkungan yang tertata rapi dan juga bersih juga kehidupan sosiokultur masyarakat yang tetap menjaga tradisi menjadi daya tari tersendiri. Konsep yang ditawarkan ialah Blusukan dan bertamu disebuah keluarga Jawa. Dimana wisatawan dalam bertamu harus menggunakan pakaian jawa dan juga wisatawan akan dijamu dengan kuliner khas Jawa. Selain itu juga wisatawan disjikan wisata pengalaman batin yang dikemas dalam reality life,dimana wisatawan diajak menyelami sekaligus menikmati rutinitas kehidupan sehari-hari masyarakat setempat seperti jika ada warga yang menggelar pernikahan wisatawan diajak jagong dengan cara Jawa dan juga memberikan sumbangan, bahkan juga wisatawan ikut rewang. Selain itu juga ada paket Enjoy the Culture yaitu paket menikmati suasana dalam menikmati sebuah pentas kesenian dan berbagai atraksi yang penuh dengan nilai-nilai tradisi.

Yogyakarta : Transportasi - Trans Jogja

NAIK BECAK, Saya mau tamasya keliling-liling kota, Melihat dengan indah pemandangan yang ada, Saya panggil bang becak, Kereta tak berkuda, Becak becak coba bawa saya.... Saya duduk sendiri, Sambil mengangkat kaki, Melihat dengan asyik, Ke kanan dan ke kiri, Lihat becakku lari, Bagai tak kan berhenti, Becak becak jalan hati-hati...

 
Sekiranya anda berada di Yogyakarta dan ingin berkeliling kota dengan murah dan nyamann maka Trans Jogja adalah sarana yang tepat untuk anda, cukup dengan Rp. 3000,- anda sudah dapat berpergian ke berbagai tempat di kota Yogyakarta

Rute trayek bis Trans Jogja

Trayek 1A : Terminal Prambanan - Bandara Adisucipto - Stasiun Tugu - Malioboro - JEC
Terminal Prambanan - S5. Kalasan - Bandara Adisucipto - S3. Maguwoharjo - Janti (bawah) - S3. UIN Kalijaga - S4. Demangan - S4. Gramedia - S4. Tugu - Stasiun Tugu - Malioboro - S4. Kantor Pos Besar - S4. Gondomanan - S4. Pasar Sentul - S4. SGM - Gembira Loka - S4. Babadan Gedongkuning - JEC - S4. Blok O - Janti (atas) - S3. Maguwoharjo - Bandara Adisucipto - S5. Kalasan - Terminal Prambanan.

Trayek 1B : Terminal Prambanan - Bandara Adisucipto - JEC - Kantor Pos Besar - Pingit - UGM
Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC - S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S4. Pasar Sentul - S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar - S3. RS.PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang - S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Gramedia – Bundaran UGM – S3. Colombo – S4. Demangan – S3. UIN Sunan Kalijaga – Janti – S3. Maguwoharjo – Bandra Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.

Trayek 2A : Terminal Jombor - Malioboro – Basen – Kridosono – UGM – Terminal Condong Catur
Terminal Jombor - S4. Monjali - S4. Tugu - Stasiun Tugu - Malioboro - S4. Kantor Pos Besar - S4. Gondomanan - S4. Jokteng Wetan - S4. Tungkak - S4. Gambiran - S3 . Basen - S4. Rejowinangun - S4. Babadan Gedongkuning - Gembira Loka - S4. SGM - S3. Cendana - S4. Mandala Krida - S4. Gayam - Flyover Lempuyangan - Kridosono - S4. Duta Wacana - S4. Galeria - S4. Gramedia - Bunderan UGM - S3. Colombo - Terminal Condongcatur - S4. Kentungan - S4. Monjali - Terminal Jombor.

Trayek 2B : Terminal Jombor – Termina Condongcatur – UGM – Kridosono – Basen – Kantor Pos Besar – Wirobrajan - Pingit Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – S3. Colombo – Bundaran UGM – S4. Gramedia – Kridosono – S4. Duta Wacana - Fly-over Lempuyangan - S4. Gayam – S4. Mandala Krida – S3. Cendana – S4. SGM – Gembiraloka– S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S4.Tungkak – S4. Joktengwetan – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Wirobrajan – S3. BPK – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Monjali – Terminal Jombor.

Trayek 3A : Terminal Giwangan – Kotagede – Bandara Adisucipto – Ringroad Utara – MM UGM – Pingit – Malioboro – Jokteng Kulon : Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S3. HS-Silver – Jl. Nyi Pembayun - S3. Pegadaian Kotagede – S3. Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – JEC - S4. Blok O – Janti (lewat atas) - S3. Janti – S3. Maguwoharjo - Bandara ADISUCIPTO - S3. Maguwoharjo – Ringroad Utara – Terminal Condongcatur – S4. Kentungan – S4. MM UGM - S4. MirotaKampus – S3. Gondolayu – S4. Tugu – S4. Pingit – Bundaran SAMSAT - S4. Badran – S3. PasarKembang – Stasiun TUGU - Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Jokteng Kulon – S4. Plengkung Gading - S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4.Wirosaban – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.

Trayek 3B : Terminal Giwangan – Jokteng Kulon – Pingit – MM UGM – Ring Road Utara – Bandara Adisuciptp – Kotagede
Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu - S4. Wirosaban – S4. Tungkak – S4.Jokteng Wetan – S4. Plengkung Gading - S4. JoktengKulon – S4. Ngabean – S3. RS PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S3. Gondolayu – S4. Mirota Kampus – S4. MM UGM - S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – Ringroad Utara – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – JANTI (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC - S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S3. Pegadaian Kotagede – Jl.Nyi Pembayun - S3. HS-Silver – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.
 Sumber : transjogja.net

List perusahaan taksi di Yogyakarta
1. PT Armada Taxi
Jl. Pingit Kidul 12
(0272) 517248
2. PT Centris Raya Taxi Transportasi
Jl. Ringroad Utara Ngemplak Nganti
0274 - 711 1111 / 0274 - 436 2221
3. Perum Gunungjati Taksi
Soko Asri BI H/6 Kalasan
(0272) 496810
4. Pamungkas Taksi
Jl. Ringroad Barat 85
(0272) 621333
5. Pendawa Taxi
Jl. SWK 102
(0272) 447231
Jl. Sosrokusuman 16
(0272) 563111
6. Pataga Taxi
Jl. Pramuka 9B
(0272) 389234
7. Progo Taxi
Jl. Ringroad Barat 85
(0272) 621333
8. Rajawali Taxi
Jl. AM. Sangaji 16
(0272) 512976
9. Ria Taksi
Jl Ringroad Barat 85
(0272) 621333
10. Sadewo Taksi
Jl. Prawirotaman MG 10W
(0272) 382262
11. Setia Kawan Taksi (24 jam)
Jl. Ringroad Sh 66
(0272) 522333
12. Vetri Taksi Puskoveri DIY
Jl Tentara Rakyat Mataram 6
(0272) 563551

Yogyakarta : Malioboro The Heritage

Malioboro adalah jantung Kota Yogyakarta yang juga merupakan pusat perekonomian di kota ini. Bagi wisatawan "belumlah ke Jogja kalau belum ke Malioboro" sehingga Malioboro wajib dikunjungi oleh siapapun yang dayang ke Kota Yogyakarta. Di samping kekuatan ekonomi, kekuatan heritage juga mendominasi kawasan ini. Maklum sejak adanya kota ini, kawasan ini merupakan kawasan utama.